DPRD Bojonegoro Akan Panggil Dinkes Terkait Pengguna DAK

0
36

Madani-News.com – Bojonegoro – Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan di Kabupaten Bojonegoro tahun 2019 dianggap minim. Diharapkan di tahun 2020 penggunaannya lebih optimal sesuai perencanaan dan kebutuhan.

Agar lebih optimal penggunaan DAK Kesehatan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro berencana akan memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya ditahun 2019 penyerapan anggaran masih minim dari anggaran yang sudah disiapkan.

“Dinkes segera kita panggil lagi, terkait kendala-kendala serapan rendah di 2019. Sekaligus programnya di 2020 perencanaanya seperti apa,” kata sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Supriyanto.

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, meskipun kita semuanya tidak mengharapkan sakit atau menikmati layanan kesehatan, tetapi layanan kesehatan itu sangat penting. Apalagi kesehatan merupakan hak dasar manusia yang harus dipenuhi.

“Mengingat sekarang ini musim penghujan, juga dimungkinkan terjadinya bencana. Layanan kesehatan atau fasilitasnya lebih lagi kedepannya,” pungkasnya.

Data yang berhasil dihimpun blokBojonegoro.com menyebutkan, DAK Kesehatan selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Ditahun 2018 sekitar Rp 37 miliar, jumlah tersebut meningkat ditahun 2019 menjadi kurang lebih Rp 40 miliar lebih.

Bahkan di tahun 2020 ini mencapai Rp 44 miliar. Anggaran puluhan miliar tersebut diperuntuhkan untuk DAK fisik seperti farmasi, dasar dan penugasan. Termasuk DAK non fisik meliputi akreditasi, jampersal dan yang lainya. Kalau tahun 2018 dan 2019 tidak ada penggaran untuk BPOM, ditahun 2020 dianggarkan BPOM sekitar Rp 275 juta untuk pengawasan Mamin dan layanan farmasi. (Red/Zen/Dbs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini