Gubernur dan Kapolda Bolehkan Mudik Lokal Lampung, Ini Syaratnya

0
184
Sumber foto: Kompas.com

Indepth.id – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, melakukan monitoring ke dua titik simpul moda transportasi. Kegiatan itu, dilakukan di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung dan Bandar Udara (Bandara) Internasional Radin Inten II, Lampung Selatan, Rabu (5/5/2021).

Dalam kunjungannya kali ini, Arinal turut didampingi oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto dan Danrem 043 Gatam Brigjen TNI Drajad Brima Yoga. Tujuannya, guna memastikan persiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2021.

Arinal mengatakan, saat ini Provinsi Lampung masuk 10 besar daerah yang mengalami peningkatan kasus aktif Covid-19 cukup tinggi, yang disorot pemerintah pusat. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan dan pemeriksaan rapid test PCR dan antigen tetap digencarkan lagi.

Menurut dia, setiap simpul transportasi publik harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan juga pengunjungnya. Selaku Satgas Covid-19, Gubernur akan menegur langsung pengelola transportasi publik yang manajemen atau tata kelola stasiun atau terminal tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Seperti di stasiun kereta api, kita lihat manajemen atau tata kelolanya menerapkan protokol kesehatan atau tidak, kalau tidak saya tegur,” ujar Arinal, yang pernah menjabat sekdaprov Lampung.

Boleh mudik asal kondisi sehat

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, warga masih mendapatkan toleransi untuk melakukan mudik lokal atau mudik antarkabupaten di dalam Provinsi Lampung.

Namun, ada syarat yang harus dipenuhi yakni sehat dengan dibuktikan surat negatif Covid-19. “Mudik lokal karena sifatnya masyarakat sudah memahami dan sudah menguasai wilayah masing-masing. Yang penting membawa surat keterangan bahwa dia negatif,” kata Gubernur Arinal Djunaidi saat meninjau sentra transportasi publik Stasiun Kereta Api Tanjungkarang, Selasa (4/5).

Menurut dia, mudik lokal di Lampung masih dapat ditoleransi asalkan sekeluarga tersebut sehat dengan dibuktikan surat keterangan negatif Covid-19. Namun, untuk mudik antarprovinsi atau antarwilayah tetap dilarang sesuai dengan keputusan pemerintah pusat pada 6 sampai 17 Mei 2021.

Kapolda maklumi mudik lokal

Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Hendro Sugitno memaklumi jika ada warga yang mudik lokal.

Namun, pemudik lokal tersebut harus mempersiapkan diri dengan dokumen administrasi kesehatan terkait Covid-19.

Menurut Hendro, kebijakan itu dikeluarkan setelah pihak kepolisian mengadakan koordinasi dengan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan unsur kepala daerah lain.

Koordinasi ini terkait larangan mudik pada 6 – 17 Mei 2021 dan pendirian sembilan pos penyekatan.

“Kemarin kesepakatan dengan pimpinan daerah untuk mendirikan pos (penyekatan) tersebut. Pada dasarnya ini adalah operasi kemanusiaan, ada administrasi kesehatan yang harus dipenuhi, kalau (mudik) lokal masih kami maklumi,” kata Hendro usai apel akbar Operasi Ketupat Krakatau 2021 di Lapangan Korem 043 Garuda Hitam, Selasa (5/5/2021) sore.

Namun, untuk kebaikan bersama, Hendro mengimbau agar masyarakat tidak mudik terlebih dahulu pada Lebaran tahun ini.

“Kalau sayang dengan keluarga, enggak usah mudik,” kata Hendro.

Pada Operasi Ketupat Krakatau 2021 kali ini, sebanyak 2.346 personel polisi dikerahkan, yang terdiri dari 235 orang personel Polda Lampung dan 2.111 personel dari polres dan polresta.

Sedangkan pos yang didirikan sebanyak 80 buah dengan rincian, 9 pos penyekatan, 1 pos terpadu, 9 pos pelayanan, dan 60 pos pengamanan.

“Kami sudah merumuskan pengamanan, terutama penegakan protokol kesehatan, termasuk pengamanan di lokasi wisata,” kata Hendro. (*)

Sumber: