KUR Diharapkan Jadi Pendorong Usaha Petani di Kota Metro

Lampung, Kota Metro, (titikfocus) – Guna kembangkan usaha petani pada Tahun 2020, Kredit Usaha Rakyat (KUR) diharapkan menjadi tonggak berkembangnya petani di Kota Metro secara mandiri, seperti amanat Menteri pada periode saat ini, Rabu (01/01/20)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Hery Wiratno, mengatakan produksi pada Tahun 2019 telah berjalan dengan baik, dan evaluasi baginya sangat diperlukan, sehingga dapat selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Metro.

“Untuk tahun ini dalam produksi dapat berjalan dengan baik, ini sebagai salah satu wujud perkembangan yang ada di Kota Metro, seperti pada pemberitaan sebelumnya, bahwa dapat mencapai target yang diberikan oleh provinsi,” urainya, saat dijumpai pada ruang kerjanya.

Ia juga menerangkan terkait padi, jagung, palawija serta kedelai tetap menjadi unggulan prioritas pada Tahun 2020. Ditambah juga dengan adanya susu kambing berada berbagai tempat di Kota Metro.

“Lalu untuk 2020, kita mau dua kali tanam padi panennya. Lalu terkait padi, jagung, palawija, kedelai, tetap jadi unggulan prioritas. Untuk komoditas lain juga ada susu kambing, yang berada di beberapa tempat di Kota Metro,” terangnya.

Pada Tahun 2020 juga terdapat inovasi yang berbeda, mulai dari sistem penyuluhan hingga adanya Konstratan (Komando Strategi Pembangunan Pertanian), yang akan terdiri dari posko-posko pada setiap tingkat daerah.

“Sistem penyuluhan kita menjadi berbeda, jadi ada yang namanya Korsatan. Jadi sistem penyuluhan nanti berbasis bpp, lalu nanti di kabupaten/kota ada poskonya sendiri, serta di provinsi dan pusat itu juga ada, pada setiap masing-masingnya,” paparnya.

Dirinya menjelaskan, menteri pada periode saat ini berbeda, dengan mengurangi subsidi dan menitikberatkan pada Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sehingga, Petani diharapkan dapat mengembangkan usahanya dengan maksimal melalui kredit tersebut.

“Kemudian, menteri pada periode ini akan menitikberatkan pada Kredit Usaha Rakyat (KUR), jadi subsidi itu akan semakin dikurangi. Justru diharapkan keberhasilan teman-teman untuk di tingkat lapangan itu bagus, petani mampu mengembangkan usahanya dengan dibiayai dari kredit tersebut, bukan dari bantuan,” tutur Hery Wiratno.

“KUR biasanya kan 7 persen, yang akan datang mungkin akan menjadi 6 persen,” imbuhnya. (red/chard).