Libur Hari Raya: Tempat Wisata Boleh Buka, Shalat Idul Fitri Dianjurkan di Rumah

0
241
Gambar Ilustrasi. Sumber: Kaltim Today

Indepth.id – Bagi Pemilik dan pengelola tempat Wisata di Provinsi Lampung yang ingin membuka tempat wisatanya pada libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H inilah syarat dan ketentuan yang harus di penuhi berdasarkan Surat dari dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif provinsi Lampung.

Hasil rapat Koordinasi dalam rangka penegakan disiplin Protokol kesehatan dan penanganan Covid_19 di Daerah, Pemerintah Provinsi Lampung dan Forkopimda meminta kepada Pemilik dan pengelola tempat Wisata agar lebih meningkatkan disiplin penegakan Prokes di tempat Wisata Masing masing.(03/05/21)

Lebih lanjut apa bila ingin membuka tempat wisata pada libur di hari raya agar pemilik tempat wisata membuat surat pernyataan yang dikirimkan ke dinas Pariwisata dan ekonomi kreatif Provinsi Lampung.

Surat bernomor 171/V, 20/ IV/2021 yang  di tandatangani oleh kepala Dinas Pariwisata dan ekonomi kreatif Provinsi Lampung : Drs.Edarwan,S,E, M,si. tersebut beredar di Group WhatApps (WAG).

Pengusaha Senang

Para pengusaha tempat wisata di Lampung ini berharap keputusan Pemprov Lampung ini menjadi angin segar bagi dunia pariwisata di Lampung.

“Kami menyambut baik dan mendukung pemerintah dalam pengendalian Covid-19, dengan cara yang ketat. Selain protokol kesehatan, pembatasan 50 persen kapasitas pengunjung akan kami taati semaksimal mungkin,” kata Ketua DPD PUTRI Lampung M. Irwan Nasution kepada sebagaimana dikutip Lampungpro.co–jaringan Suara.com, Senin (3/5/2021).

Meski demikian, para pelaku pariwisata di Lampung berharap agar Pemprov Lampung dapat memfasilitasi pemeriksaan GeNose C19 di tempat wisata.

Pria yang juga Komisaris Utama Taman Wisata dan Satwa Lembah Hijau ini, akan melakukan pembatasan di tempat wisatanya.

Sementara itu, Manajer Marketing Tabek Indah Rosida Chaniago juga turut menyambut baik, atas dukungan Pemprov Lampung yang megizinkan tempat wisata di Lampung untuk beroperasi saat libur lebaran.

Oleh karenanya, pihaknya akan menjalankan aturan yang digalakkan pemerintah berupa penerapan protokol kesehatan saat pelaksanaan libur lebaran.

Shalat Idul Fitri Dianjurkan di Rumah

Pemerintah Provinsi Lampung menganjurkan warga Muslim di wilayahnya Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di rumah masing-masing.

“Lampung belum dapat didefinisikan aman dari covid-19, sebab dalam tiga minggu terakhir kasus masih berfluktuasi dan kabupaten yang mengalami kenaikan kasus berubah-ubah,” kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Bandarlampung, Selasa (27/4).

Guna mencegah peningkatan kasus penularan Covid-19 pada hari raya keagamaan, ia mengatakan, pemerintah provinsi menganjurkan warga Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di rumah saja.

“Kami sudah bicarakan dengan tokoh agama, kepala daerah, kalau pelaksanaan shalat dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing sebab seperti yang kita ketahui kasus Covid-19 ini masih belum usai dan menyelamatkan masyarakat dalam kondisi seperti ini harus dilakukan,” katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Juanda Naim mengatakan, warga muslim tahun ini dianjurkan menunaikan Shalat Idul Fitri di rumah saja karena risiko penularan Covid-19 belum sepenuhnya reda.

“Melihat zona persebaran Covid-19 di Lampung yang masih berwarna jingga dan kuning, maka diambil kesepakatan untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri dilakukan di rumah masing-masing,” katanya.

“Shalat Idul Fitri dianjurkan tidak dilakukan di rumah ibadah atau di lapangan sebab sangatlah berisiko, sesuai SE Menag nomor 4 tahun 2021 pelaksanaan diharapkan dilakukan di rumah,” katanya lagi.

Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi Lampung akan segera mengeluarkan surat edaran mengenai panduan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Nanti akan ada Surat Edaran Gubernur mengenai hal tersebut, dan harapannya masyarakat dapat ikut serta membantu memutus mata rantai persebaran Covid-19 dengan melaksanakan hal tersebut,” kata Juanda.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan sebelumnya juga mengajak masyarakat Shalat Idul Fitri di rumah saja guna mengurangi potensi terjadinya kerumunan yang bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19. (*)

Sumber: