Mas Fritz Temui Tokoh Pendidikan Kota Metro Koes Sudiarto: Minta Doa Restu

0
180

Kota Metro : Bakal Calon Wakil Walikota Metro Fritz Akhmad Nuzir mengunjungi kediaman tokoh Pendidikan Kota Metro Bapak Koes Sudiarto di Kelurahan Ganjar Asri, Kamis (17/9).

Dirinya menjelaskan bahwa kedatangannya merupakan wujud silahturahmi dan meminta arahan serta doa restu dengan ingin menjadikan sektor pendidikan menjadi lebih baik lagi.

“Saya meminta ilmu dan nasihat dari para tokoh di Kota Metro, apalagi ini tentang program saya dan Mbak Anna Morinda tentang Kota Pendidikan yang unggul, cerdas dan religius jadi harus siap menerima arahan dari para tokoh seperti pak koes,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa silahturahmi tersebut merupakan kegiatan bincang santai. “Ngobrol dan bincang serius tapi santai dengan Pak Koes Sudiarto. Guru dan tokoh senior dunia pendidikan Kota Metro. Dengan gayanya lugas dan bahasa yang jelas, diselingi beberapa kata dalam Bahasa Inggris karena beliau pernah studi di Australia dan memang ini spesialisasi beliau,” tambahnya.

Menurutnya, semua harus sesuai dengan sejarah, dinamika, dan gagasan untuk pendidikan di Kota Pendidikan ini. “Tentang manajemen sekolah, tentang fasilitas, tentang kinerja guru, dan tentang potensi teknologi informasi adalah informasi dasar yang saya dapatkan dari Pak Koes,” tandasnya.

Pak Koes mengatakan bila ingin memajukan dunia Pendidikan harus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) terlebih dahulu. “SDM itu prioritas, namun menurut saya Kota Metro masih sangat kurang tenaga pendidik seperti guru yang sesuai dengan kebutuhan, itu karena kurangnya angka Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup sekolah teruma sekolah dasar jadi harus majukan dulu SDM dan kesejahteraan guru baru berbicara memajukan dunia Pendidikan,” katanya.

Dirinya juga meminta agar guru di Kota Metro dapat segera disejahterakan. “Tetap kembali ke kunci dasar, SDM serta kesejahteraan baru kita bicara pendidikan maju, karena saya banyak melihat guru masih banyak yang honor dan kurangnya sekolah yang memiliki guru PNS sampai ada sekolahan yang hanya memiliki PNS yaitu kepala sekolah dan itu miris,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini