Pepelingasih Banten Menggelar “Lawatan Inspirasi” Dalam Hut Provinsi Banten Ke-19

0
52

Madani-News.com – Serang – Dalam rangka menyambut hari ulang tahun Provinsi Banten yang ke – 19 Tahun. Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Provinsi Banten menggelar “Lawatan Inspirasi” pada hari Kamis, 3 Oktober 2019 di Sekolah Dasar Negeri Kemanisan, Desa Kebuyutan, Kecamatan Tirayasa, Kabupaten Serang.

Ketua Pepelingasih Banten, Aldi Reihan mengatakan, saat ini Negara Indonesia dikategorikan sebagai penghasil sampah terbanyak kedua didunia, oleh karena itu sebagai warga Negara Indonesia, menjadi keharusan untuk ikut andil dalam menangani persoalan tersebut. Menurut Aldi, dalam penanganan masalah sampah di Indonesia saat ini, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya mengedukasikan kepelajar, sehingga dampak dari hal tersebut menjadi budaya dalam keseharian.

“Kegiatan Lawatan Inspirasi yaitu mengunjungi sekolah, kami berdukasi tentang lingkungan, setidaknya kita peduli untuk daerah kita aja dulu,” tuturnya Kamis, (3/10).

Lebih lanjut dikatakan Aldi, dalam mencapai target Indonesia bebas sampah 2025. Sejatinya melalui kegiatan ini menjadi harapan dalam mencapai hal tersebut, setidaknya menjadi efek bagi sekolah lain untuk melakukan hal yang sama.

“Setidaknya seluruh sekolah di Banten, mau melakukan yang sama, namun saya sangat bersyukur jika seluruh pelosok di Indonesia mau melaksanakanya,” harapnya.

Sementara itu, Guru SDN Kemanisan, Halanah pada awak media ini mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi akan inisiatif yang ditunjukan oleh kader – kader lingkungan yang tengah berjuang dalam menangani permasalahan sampah di Indonesia. Terkhususnya kader Pepelingasih Banten.

“Saya pribadi sangat mengapresiasi akan kehadiran pepelingasih ini, semoga kader – kader pepelingasih di Indonesia tetap semangat untuk melakukan hal yang sama,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini selain memberikan edukasi, juga melaksanakaan ajang lomba cerita lingkungan. Salah satu pelajar, yakni Marliyanah menjadi sorotan panitia. Pasalnya dalam cerita tersebut, ia menyampaikan dengan penuh perasaan akan kondisi sungai didaerahnya yang sangat memperihatinkan yaitu kering sehingga berdampak pada aktifitas masyarakat yang biasa memanfaatkan sungai tersebut. (Red/Whd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini