Perempuan Menangis Diminta Putar Balik Saat Mau Mudik ke Lampung, Mengaku Di-PHK di Perantauan

0
251

Indepth.id – Sebuah video viral memperlihatkan pemudik menangis saat diminta putar balik oleh polisi yang berjaga.

Seperti diketahui, masyarakat Indonesia dilarang mudik pada Lebaran 2021 atau Idul Fitri 2021 ini.

Adapun video pemudik menangis yang bersumber dari CNN dan INews ini diunggah di akun Instagram @manaberita.

Dalam video itu, perempuan pemudik yang mengenakan helm dan masker terlihat berlinang air mata.

Ia masih duduk di atas motornya.

Sementara itu, petugas kepolisian tampak berada di depannya.

Perempuan tersebut ternyata bermaksud mudik menggunakan sepeda motor ke Lampung.

Ia diberhentikan di pos penyekatan kawasan Jayanti, Tangerang.

Awalnya, pemudik itu diminta putar balik lantaran tak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19.

Namun, perempuan tersebut meminta kelonggaran kepada petugas.

Ia mengaku, di Jakarta sudah tak memiliki penghasilan dan tak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Ia di-PHK lantaran tempatnya bekerja terdampak pandemi Covid-19.

Tak disangka, petugas kepolisian memberikan kelonggaran untuk perempuan tersebut.

Setelah identitas pemudik itu diperiksa, ia pun diizinkan melintas.

Aturan larangan mudik

Meski secara resmi baru diberlakukan besok, beberapa wilayah sudah mulai melakukan pemeriksaan terhadap warga yang hendak melakukan perjalanan antar kota.

Hal ini bertujuan untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19 melihat fenomena yang sampai ini masih terus berlanjut.

Ada beberapa ketentuan tambahan untuk pegetatan mobilitas Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) untuk pengguna transportasi pribadi sesuai dengan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah. Ketentuannya sebagai berikut;

Pada poin protokol Nomor 13 (g) dikatakan, pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Atau tes GeNose 19 di rest area sebagai persyaratan melakukan perjalanan dan akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah.

Selanjutnya pada poin protokol nomor 13 (h) dijelaskan, pelaku perjalanan diimbau mengisi e-HAC Indonesia baik yang menggunakan transportasi darat umum maupun pribadi.

Namun ada beberapa golongan masyarakat yang mendapat pengecualian dalam aturan pengetatan syarat bepergian, berikut daftarnya:

* bekerja/perjalanan dinas
* kunjungan keluarga sakit
* kunjungan duka anggota keluarga meninggal
* ibu hamil yang didamping oleh satu orang anggota keluarga
* kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang
* kepentingan nonmudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat

Sumber:

  • https://otomotif.kompas.com/read/2021/05/05/142100615/naik-motor-ke-lampung-wanita-ini-menangis-saat-diminta-putar-balik
  • https://cirebon.tribunnews.com/2021/05/05/viral-perempuan-menangis-diminta-putar-balik-saat-mau-mudik-ke-lampung-akhirnya-diizinkan-melintas