Tiga Ruas Jalan di Palembang Akan Berlakukan Ganjil Genap

0
99

Palembang РGubernur Sumatera Selatan Herman Deru akan mengeluarkan aturan soal rekayasa lalu lintas dengan menerapkan ganjil genap di wilayah Kota Palembang.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya menekan mobilitas orang agar penularan Covid-19 dapat dikendalikan sehingga tak terjadi lonjakan kasus.

“Aturan ganjil genap hari ini (1/7/2021) akan saya tanda tangani, setelah itu baru disosialisasikan,” kata Herman usai menghadiri HUT Bhayangkara ke-75 di Polda Sumatera Selatan, Kamis (1/7/2021).

Menurut Herman, peraturan ganjil genap itu akan dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan sitausi dan kondisi.

“Tidak untuk setiap ruas jalan dan tidak setiap waktu, penerapannya tergantung situasi di lapangan. Tahap awal sosialisasi dulu, harapannya minat warga untuk keluar tanpa kepentingan mendesak bisa berkurang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan Kombes Cornelis Ferdinand Hotman Sirait menjelaskan, mereka akan menunggu aturan ganjil genap itu ditandatangani dulu oleh Gubernur.

Setelah itu, polisi dan dinas perhubungan kota serta provinsi akan melakukan sosilisasi kepada masyrakat selama 30 hari ke depan sebelum memberlakukan ganjil genap.

“Kita menyarankan diterbitkannya Pergub (Peraturan Gubernur) terlebih dahulu, baru disosialisasikan” jelas Cornelis.

Setelah Pergub keluar, rambu lalu lintas ganjil genap baru akan dipasang.

Rencana terapkan tilang elektronik

Saat ini, rencananya ada tiga ruas jalan yang melaksanakan ganjil genap di Palembang, yakni kawasan Jalan Sumpah Pemuda, POM IX, dan Kapten Rivai.

“Tiga lokasi itu berpotensi terjadi kepadatan dan kerumunan,” ujarnya.

Dalam aturan Pergub tersebut, menurut Corenelis, mereka akan menyosialisasikan kepada masyarakat sanksi yang diberikan jika melanggar.

“Harapannya ada penambahan kamera ETLE (tilang elektronik) sehingga bisa menjangkau seluruh daerah yang melakukan ganjil genap. Untuk sekarang kamera ETLE baru dua,” ungkapnya.

Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri menambahkan, meski pemberlakuan ganjil genap nantinya tidak tiap hari, masyarakat diharapkan bisa terbiasa untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, jika tidak dalam kondisi mendesak.

“Akan diedukasi lebih dulu, setelah itu baru diterapkan,” katanya.

Sumber: Kompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini